Langsung ke konten utama

Ramadhan di Negeri Orang (16)

Rumus Keseimbangan

Bagi kawan-kawan Sastra Arab, nama sastrawan ini tentu tidak asing lagi. Musthafa Lutfi Al-Manfaluti.  Saya sendiri mengenalnya lewat karyanya yang cukup terkenal "Majdulin", yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul "Magdalena". Membaca karyanya membuat saya mulai mencintai karya sastra.

Ada yang lain yang menarik hati saya dalam novel Magdalena. Ialah beberapa nukilan yang muncul dalam Kata Pengantar. Ditulis, Al Manfaluthi pernah bercerita dalam karyanya yang berjudul Orang Kaya dan Orang  Miskin.

Ia menuturkan, “Kemarin malam saya berpapasan dengan seorang  laki-laki sengsara. Saya melihat ia sedang meletakkan tangan di atas perutnya seolah-olah  ia menderita sakit.  Saya kasihan padanya  dan  menanyakan  apa  yang dirasakannya.  Ia mengeluh bahwa ia menderita sakit lapar. Saya berikan padanya apa yang dapat saya berikan, sesudah itu saya tinggalkan ia.”

Kemudian, kata al-Manfaluthi melanjutkan,  “Saya pergi untuk mengunjungi seorang teman yang kaya dan senang.  Saya kaget melihatnya sedang meletakkan tangan di atas perutnya, seolah-olah  ia menderita penyakit seperti orang sengsara dan miskin tadi. Saya tanyakan apa yang sedang dirasakannya. Ia mengeluh bahwa  ia sedang sakit kekenyangan.”

Melihat dua kejadian yang ironis ini, Al-Manfaluthi berkata, “Heran sekali! Jika si kaya ini memberi  kepada si miskin kelebihan  dari makanan yang diperlukannya, tentulah seorang pun dari mereka tidak akan mengeluh kesakitan yang berlebihan.”

Sesederhana ini rumus keseimbangan hidup. Orang berkelebihan mengeluarkan kelebihannya dan memberikannya kepada orang yang kekurangan. Maka tidak ada lagi kelebihan dan kekurangan.

Yang menjadi soal, manusia mudah berlepas dari rumus-rumus.  Manusia mempunyai akal dan nafsu syahwat. Dan yang disebut terakhir ini begitu mudah mendominasi yang lainnya. Sehingga, meskipun hidup sudah berkelebihan, nampun ketamakan mengajak manusia untuk mendapat yang lebih lagi, lebih lagi, dan lebih lagi.

Dan itulah yang terjadi di sekitar kita, di mana-mana masih banyak orang mengalami kesulitan. Di saat yang sama, orang yang berkelebihan masih merasa kurang karena nafsu tamaknya. Sakit yang terjadi bukan lagi perut yang kosong dan perut yang menggembung, tetapi penyakit sosial. Aneka macam kejahatan tampaknya bersumber dari sini. Na'uzhubillahi min zhalik.

Semoga kita menjadi orang-orang yang selalu merasa cukup dan penuh syukur, sehingga tidak ada kesulitan dalam hati kita untuk membantu saudara yang sangat membutuhkan.

Birmingham, 08.07.15
Al Faqir Ibnu Sabil

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Kohor / Cohort di Moodle untuk Mempermudah Pengeloaan User

  Membuat Kohor / Cohort Klik Administrasi situs > Pengguna > Akun > Kohor > Tambah kohor baru Ketik nama kohor. Contoh “ kelas 9” Geser ke bawah dan klik tombol simpan perubahan Untuk menambahkan user ke dalam kohor, Klik ikon gambar orang-orang Pilih peserta dan klik tomboh tambahkan Klik tombol  Kembali ke Kohor  dan pastikan isi kohor sudah sesuai dengan jumlah peserta yang kita tambahkan

Aplikasi Rekam Layar dan Kamera Sekaligus

Awal bulan Juli 2024, saya tertarik untuk mengikuti sebuah tantangan di Instagram. Tantangannya adalah membacakan cerita anak selama 8 hari. Pembacaan cerita secara nyaring ini diminta untuk direkam dan diunggah di Instagram. Maka saya pun kembali utak-utek Instagram dan aplikasi-aplikasi perekam dan multimedia. Semula saya menggunakan laptop beserta webcam-nya. Pertama kami unduh buku ceritanya agar lebih lancar saat dibaca (tanpa loading). Setelah nyoba aplikasi perekam yang sudah terpasang di laptop akhirnya saya putuskan untuk menggunakan perekam video online. Saya menggunakan https://webcamera.io/id/ dan mengunduh hasilnya. Karena hasilnya masih berupa file .webm maka saya ubah menjadi file .mp4 dengan aplikasi VLC Media Player. Ohya laptop yang saya pakai bersistem operasi Ubuntu. Semula saya ingin mengedit video tersebut dengan aplikasi kdenlive yang sudah terpasang di mini pc. Maka saya kirim file video tersebut lewat Google Foto. Tapi saya tidak jadi mengedit dan langsung meng...

Cara Cepat Input Data di LibreOffice Calc

Memasukkan, mengetik, menginput atau mengentry data kadang terasa menjemukan dan melelahkan. Untuk meringankan beban pekerjaan input data, libreoffice Calc menyediakan beberapa tool atau alat. 1. AutoInput Tool Tool ini biasanya sudah aktif. Bila belum aktif, Anda dapat mengaktifkannya dengan klik menu Tools > pastikan AutoInput tercentang. AutoInput akan mengingat dan merekam data yang sudah pernah kita masukkan. AutoInput akan secara otomatis melengkapi huruf atau karakter yang kita ketik sesuai dengan data yang sudah ada pada sel lain dalam kolom yang sama. Misalnya kita pada saat memasukan data alamat, biasanya kita menemukan beberapa orang mempunyai alamat yang sama. Bila sudah ada data 'Jawa Barat' pada kolom alamat maka ketika kita mengetik huruf 'J', secara otomatis dilengkapi menjadi 'Jawa Barat'. Bila setuju, tekan enter atau F2 atau klik mouse. Bila ternyata kita ingin mengetik 'Jawa Tengah', ketik huruf 'J' kemudian t...