Langsung ke konten utama

Ramadhan di Negeri Orang (14)

Tadarus: Ruang Dialog untuk Anak

Ini adalah berkah dari mendatangi majelis ilmu kemarin sore. Narasumbernya seorang ustad yang berpengalaman dalam bidang kepengasuhan (parenting, Ustad Nurul Huda dari Bekasi. Kebetulan beliau bersafari Ramadhan di UK dan Eropa sebagai undangan KBRI London.

Dari sekian poin yang dibahas, hati saya sangat tersentil oleh nukilan satu ayat dari surah Ash-Shaffat (120). Terjemahannya berbunyi begini:

"Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

Sang Ustad mengatakan ibrah dari ayat ini adalah adanya ruang dialog antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail 'alaihimussalam. Ruang dialog antara seorang bapak dan seorang anak, bahkan ketika itu menyangkut perintah Allah. Sebagai seorang nabi, Ibrahim sadar ini adalah perintah yang harus dia kerjakan. Begitupun, Nabi Ibrahim masih memberi kesempatan kepada sang putra untuk menyatakan pendapat tentang perintah Allah yang begitu berat. Dari ruang dialog ini, Nabi Khalilullah ini beroleh kemantapan hati untuk menunaikan perintah.

Dalam pikiran saya, sulit terbayang, apa jadinya jika Nabi Ismail tidak bersedia diri. Dalam hal ini, harusnya Nabi Ibrahim tidak perlu berkata apa-apa, tetapi langsung bertindak sesuai perintah. Atau sebaliknya, apa jadinya jika Nabi Ibrahim menyembunyikan perintah Allah di luar pengetahuan Ismail, padahal beliau mendapati putranya seorang yang taat dan pasti seandainya perintah itu ditunaikan.

Namun begitulah Sang Sutradara Agung mengemas peristiwa ini untuk dijadikan ibrah bagi segenap manusia. Peristiwa ini sendiri akhirnya diabadikan sebagai ibadah tahunan bagi orang-orang yang beriman.

Secara pribadi, peristiwa ini menuntun saya untuk bercermin tentang apa yang saya lakukan selama ini. Sebagai anak maupun sebagai orang tua. Sebagai anak, sudahkah saya mengedepankan ketaatan kepada orang tua karena Allah. Sudahkah apa yang saya lakukan adalah ikhtiar sebagai anak yang ingin menjadikan orang tuanya layak duduk di kursi ridhanya Allah.

Sementara sebagai orang tua, sudahkah saya membuka ruang komunikasi dengan anak untuk mendiskusikan segala kepentingan kita sebagai orang tua dalam rangka mendidik anak. Dalam soal ibadah misalnya, apakah saya selama ini telah memberi kesempatan bertanya kepada anak-anak say dan memberikan jawaban dengan kesabaran atas setiap hal yang belum mampu mereka pahami.

Dengan kondisi masih tertatih-tatih, saya merasakan ini merupakan ibrah atau pelajaran luar biasa dari dialog hebat manusia pilihan Allah dan puteranya.

Birmingham, 06.07.15
Al Faqir Ibnu Sabil

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Kohor / Cohort di Moodle untuk Mempermudah Pengeloaan User

  Membuat Kohor / Cohort Klik Administrasi situs > Pengguna > Akun > Kohor > Tambah kohor baru Ketik nama kohor. Contoh “ kelas 9” Geser ke bawah dan klik tombol simpan perubahan Untuk menambahkan user ke dalam kohor, Klik ikon gambar orang-orang Pilih peserta dan klik tomboh tambahkan Klik tombol  Kembali ke Kohor  dan pastikan isi kohor sudah sesuai dengan jumlah peserta yang kita tambahkan

Aplikasi Rekam Layar dan Kamera Sekaligus

Awal bulan Juli 2024, saya tertarik untuk mengikuti sebuah tantangan di Instagram. Tantangannya adalah membacakan cerita anak selama 8 hari. Pembacaan cerita secara nyaring ini diminta untuk direkam dan diunggah di Instagram. Maka saya pun kembali utak-utek Instagram dan aplikasi-aplikasi perekam dan multimedia. Semula saya menggunakan laptop beserta webcam-nya. Pertama kami unduh buku ceritanya agar lebih lancar saat dibaca (tanpa loading). Setelah nyoba aplikasi perekam yang sudah terpasang di laptop akhirnya saya putuskan untuk menggunakan perekam video online. Saya menggunakan https://webcamera.io/id/ dan mengunduh hasilnya. Karena hasilnya masih berupa file .webm maka saya ubah menjadi file .mp4 dengan aplikasi VLC Media Player. Ohya laptop yang saya pakai bersistem operasi Ubuntu. Semula saya ingin mengedit video tersebut dengan aplikasi kdenlive yang sudah terpasang di mini pc. Maka saya kirim file video tersebut lewat Google Foto. Tapi saya tidak jadi mengedit dan langsung meng...

Membuat Daftar Hadir Di Moodle

  Dengan LMS moodle kita juga dapat mencatat dan mengontrol kehadiran peserta tes/murid. 0. Pastikan plugin Attendance sudah terpasang. Bila belum, plug in absensi dapat diunduh dari web moodle .  Untuk memasang plug in pada moodle; 1. login sebagai Admin 2. klik site administration , kemudian klik tab Plug in 3. Klik Install Plug in   4.  Klik tombol Choose a file ...  kemudian browse ... dan arahkan ke tempat kita menyimpan unduhan file plug in.  5. klik tombol upload this file kemudian klik tombol install plug in from the zip file kemudian continue   6. Scroll ke bawah dan klik tombol continue Bila plugin attendace atau absensi sudah berhasil dipasang, kita dapat menambahkan activity attendace atau daftar hadir. Langkah membuat daftar hadi di moodle; 1a. buka course dengan format topik kemudia tambahkan activity attendance     atau 1b. buat course baru dengan single activity dan isi  2. pada tab status set , kita dapat mengatur pi...