7/21/2015

Jangan kau hina wanita

Jangan kau hina wanita

Dalam Hadist:
"Janganlah engkau merendahkan perempuan beriman, apabila ia membuat marah kamu dalam suatu keadaan, maka ia akan membuatmu rela dalam keadaan yang lain".

لا تحتقر امرأة مؤمنة إن أسخطتك في خصلة أرضتك في أخرى

Contoh: Tilka mempunyai wajah kurang cantik, tapi mendatangkan rizki yang berlimpah. Hiya memang cantik, tapi rewelnya minta ampun.

****

Ada dua orang lelaki berkawan akrab. Keduanya merupakan orang yang shaleh. Karena tempat yang berjauhan maka tidak memungkinkan mereka untuk selalu bertemu. Tetapi ada kebiasaan diantara mereka, untuk bertemu sekali dalam setahun.

Sebagaimana kebiasaan, suatu hari Si A datang berkunjung ke rumah sahabatnya sebut saja Si B. Waktu sampai ia mendapati pintu rumah Si B sedang tertutup rapat-rapat. Ia kemudian mengetuk pintu itu. Setelah beberapa kali ketukan, terdengar ada suara sahutan istri sahabatnya dari dalam rumah. “Siapakah itu yang mengetuk-ngetuk pintu?”

“Aku, saudara suamimu. Aku datang kemari untuk mengunjungi hanya karena ALLOH semata".

“Dia sedang ke luar pergi mencari kayu bakar. Mudah-mudahan saja ia tidak kembali lagi”. jawab istri tuan rumah.

Mendengar jawaban seperti itu heran bercampur dongkol meliputi diri Si A. Belum hilang herannya, ia masih lebih kaget lagi. Si istri tersebut masih menggumamkan kata-kata makian kepada Si B sang suami.

Si A dipersilahkan duduk di beranda. Tak lama kemudian datang Si B. Ia terlihat menuntun seekor harimau yang dipunggungnya terdapat seikat kayu bakar.

Begitu melihat ada sahabatnya, Ismail langsung menghambur mendekatinya sambil mengucapkan salam kehangatan. Kayu bakar kemudian diturunkan dari punggung harimau.

Si B kemudian berkata kepada harimau itu. “Sekarang pergilah kamu mudah-mudahan Allah SWT memberkatimu!”.

Si B kemudian mempersilahkan tamunya masuk ke dalam rumah. Sementara mereka bercakap-cakap terdengar suara sang istri yang terus-terusan saja memaki-maki sang suami dengan suara bergumam. Sang suami yang orang shaleh itu diam saja.

Dalam hatinya Si A heran dan campur takjub akan kesabaran sahabatnya. Meskipun istrinya terus saja memaki-maki dirinya ia tetap tidak memperlihatkan muka kebencian.

Setelah puas bercakap-cakap, Si A pulang dengan menyimpan rasa kekaguman kepada Si B yang sangggup menekan rasa marahnya menghadapi istrinya yang begitu cerewet dan berlidah panjang.

Setahun berlalu sudah. Sebagaimana kebiasaan, kembali Si A mengunjungi rumah sahabatnya itu. Waktu sampai di depan pintu dan ia mengetuk pintu itu. Dari dalam terdengar langkah-langkah kaki wanita dan setelah pintu terbuka istri Si B menyapa: "Tuan ini siapa?”

“Aku adalah sahabat suamimu, kedatanganku ini adalah semata untuk mengunjunginya".

"Selamat datang Tuan!” sapaan istri sahabatnya begitu ramah.

Tak lama kemudian Si B datang. Ia kelihatan menenteng seikat besar kayu bakar di atas kepalanya.

Segera mereka terlibat perbincangan serius. Sempat sang tamu menanyakan beberapa hal yang ia herankan perihal keadaan tuan rumah yang menurutnya ada perbedaan dengan suasana setahun yang lalu.

Si A menanyakan bagaimana ia mampu menaklukan seekor harimau, yang binatang buas itu sehingga mau memanggul kayu bakarnya. Mengapa ia sekarang tidak bersama-sama dengan binatang itu. Mana harimau itu?

“Ketahuilah saudaraku. Istriku yang dahulu berlidah panjang itu sudah meninggal. Sedapat mungkin aku berusaha bersabar atas perangai buruknya, sehingga ALLOH memberi kemudahan diriku untuk menundukkan seekor harimau sebagaimana yang engkau lihat sendiri. Semuanya terjadi lantaran kesabaranku kepadanya.
Lalu aku menikah lagi dengan perempuan yang sholihah ini. Aku sangat gembira mendapatkannya, maka harimau itupun dijauhkan dari diriku. Aku memanggul sendiri kayu bakar sekarang lantaran kegembiraanku.”

Seperti dikisahkan dalam kitab Irsyadul Ibad.

Berbahagialah teman2 yg punya Istri CEREWET karena dalam waktu dekat akan jadi ORANG KERAMAT

Kiriman Gus Adib

Post a Comment

Yang Sering Dibaca