Langsung ke konten utama

21/12/2003 Aky, budi mulia dan fak sastra

Ziarah
Menenggok kembali beberapa hari yang lalMu

Delapan Desember 2003.
Pagi itu aku berangkat. Berangkat dengan keraguan. Kembali ke Djogja. Untuk apa ? Untuk segera menyelesaikan kuliah yang sudah sangat membosankan. Tapi menantang juga lho. Aku punya target lulus bulan Februari ? Mungkinkah ? Mampukah aku menyelesaikan skripsi dalam waktu satu minggu sambil mengais-ngais cari rezeqi buat mengganjal perut dan biaya skripsi ? Ah berdoa sajalah. Kau masih punya tuhan kan, Faiq ? Ah Tuhan kan bukan orang yang konyol. Ya, segalanya mungkin tapi.... yang logis dong., hi hi hi

Beberapa hari semenjak aku menginjak kembali kota pelajar ini aku sibukkan diri di perpustakaan. Kubaca skripsi-skripsi, kubaca buku-buku teori. ya menantang juga dan tentu saja tidak begitu menyenangkan. Tentu anda sepakat bila kukatakan bahwa membaca novel jelas lebih menyenangkan dari pada membaca skripsi dan buku metode penelitian. Begitulah.... akhirnya aku bisa menyelesaikan proposal skripsiku. Kalau tidak salah aku mengajukannya seminggu setelah aku kembali dari desa.

Setelah itu aku hanya menunggu surat balasan dari jurusan. Apakah aku harus ganti judul ? Apakah aku harus merombak semua ? Siapakah dosen pembimbingku. beberapa hari aku menengok tempat surat di pintu kantor jurusan. kosong... sampai sekarang aku belum menerima surat balasan dari jurusan atau...jangan-jangan aku harus mengahadap langung karena proposalku tidak diterima dan harus dirombak...? Ah entahlah. Yang pasti aku malas masuk kantor. Masuk akntor berarti harus berbaju dan memakai sepatu padahal aku biasanya hanya memakai sandal jepit dan kaos tak berkerah.

Hari-hariku selanjutnya kuhabiskan di AKY. Di sini aku bisa pinjam komputer. Ya bahkan proposal skripsiku kuketik di komputer AKY. Aku bisa juga ngecek e-mail. Dan kalau aku mau ke kampus tinggal jalan saja. Tidak jauh....

Aku jadi merasa tidak enak pada teman-teman penerbit Shalahuddin. Ketika aku kembali ke djogja aku tidak langsung ke Budia Mulia tempat Penerbitan itu berkantor. Tiga hari kemudian aku baru menaruh beberapa potong pakaian dan kertas-kertas di sana. Aku tidak lama di sana. Aku hanya mandi dan merendam pakaian lalu pergi lagi. Aku hanya bertemu dengan Koko teman sekamarku, dia bagian keuangan di penerbitan itu. Sedangkan sang menejer saat itu sedang tidur. Aku tidak tega membangunkannya hanya untuk kusalami lalu kutinggal pergi.

Beberapa hari kemudian aku pulang lagi ke Budia Mulia.Untuk Apa ? untuk mencuci pakaian yang dua hari yang lalu aku rendam. Aya ampun baunya.... hari itu hari jumat. Sehabis mencuci aku tiduran dan tertidur sehingga tidak jumatan. Sorenya aku kembali ke AKY.

Beberapa hari kemudian aku balik lagi ke budimulia. Untuk apa ? Untuk mencuci baju lagi. Saat itulah aku baru tahu bahwa ada pekerjaan yang harus aku selesaikan. Sebuah naskah sudah siap. Aku harus segera melayoutnya. Ok ... aku memang sedang butuh kerjaan biar bisa mengurangi waktu melamunku dan menurunkan kemungkinan menjadi gila. ha ha ha. Sorenya aku kembali dengan meningglakan oesa. TOLONG DICARIKAN PROGRAM PAGE MAKER. dan aku berjanji malamnya pulang. Hari itu hari kamis. Seperti kamis sebelumnya, sore itu aku ada janji dengan teman-teman Bengkel sastra di halaman balairung. Keyika matahari tenggelam aku main ke AKY, lalu males pulang ke Budi Mulia. Aku telah mengkhianati janji...ah mengapa tadi siang harus berjanji.......

JUMAT siang
Aku pulang ke Budi Mulia setelah mengembalikan buku ke perpus sastra. Dua buku nawal yang belum selesai aku baca. Ya salah satunya yang terjemahan aku sudah pernah menghatamkannya tapi aku ingin membacanya kagi... tapi ternyata aku kalah oleh serangan malas. Sehabis jumatan aku mulai melayout. Sorenya aku harus kembali ke AKY karena janji aku dengan fembri untuk mengambil kertas di toko pembantu yang baru buka cabang di jalan godean. Sorenya aku kembali ke budi mulia dengan membawa motor fembri lagi. Aku melayout sampai dini hari setelah itu kulanjutkan membaca buku Muhidin; Aku, Buku, dan Sepotong Sajak cinta smapia ngantuk. Di samping, Ali sudah tidur. Ali, besok minggu menikah. Oh ya buku ini adalah pemberian Ade, si Bos Jendela.

Begini ceritanya, Siang itu aku diajak Mumu untuk pesan film dan bikin paper plate untuk on/off edisi 23. bikin film di Ortindo Gejayan, setelah itu kami meluncur ke jendela untuk bikin paper plate. Sambil menunggu paper palte jadi kami ngobrol dengan Ade di ruang tamu. Kami juga disuguhi kopi bahkan aku juga mengambil dua batang roko Ade. A Mild juga nggak papa karena tidak ada yang lain. Entah bagaimana asalnya Mumu minta buku pada Ade. Satu saja, nggak usah banyak-banyak. Kata fajar kalau banyak nanti dijual. Sesaat kemudian Ade menyodorkan dua buah buku. Satu untuk Mumu, satu lagi untuk aku. Oh terimakasih sekali. Kata Ade nanti daripada dia nulis di on/off lagi tentang perburuan buku.... kami tertawa. Dengan dapat buku ini aku malah ingin menuli buat on/off lagi. ya sebuh cerita tentang buku yang bercerita juga tentang buku. Ah Muhidin ternyata malang juga nasibmu.

Sabtu PAGI
Aku melanjutkan melayout setelah bangun siang dan sholat shubuh qodo'. Sekitar jam sembilan aku memcuci pakaian lalu berangkat ke AKY. hari ini teman-teman AKY akan bersih-bersih dan mengecat kamar. Ketika aku tiba di AKY ternyata hanya ada Fembri dan Faiz. Yang lain belum datang Si Manajer Anas jugabelum datang. Dari pada mengangggur aku bereskan tiga buah suratku yang terlantar sejak lebaran. Satu untuk Atini di Aceh, Satu buat Fitri di Mojokerto, satu buat Ms.Faiq di Gresik. Yang buat faiq dan Atini kutempeli dua buah prangko seribuan. dan yang buat fitri aku tempelisebuah prangko seribuan. Aku pamit untuk mengeposkan surat itu. Setelah memasukkan tigabuah surat itu ke bis surat yang berdiri kokoh di depan kantor pos aku pergi ke fakultas, mau pinjam buku sekaligus menengok tempat surat di pintu kantor jurusan. Oh tidak ada surat buatkku. Dan ternyata layanan peminjaman buku perpustakaan juga sudah tutup. Aku hanya bisa pesan GADIS PANTAI dan kutinggal kartu perpusku. Di fakultas aku bertemu Pekok dan astrid. Aku kembali ke AKY. Tidak lama kemudian Mumu datang. Anas Sms minta dijemput. Uh dasar si bos. Fembri berangkat menjemputnya.

Siang itu kami bersih -bersih dan mengecat sampai malam. sampai capek.
Meja dikosongkan. Semua barang di pindah keluar. Lemari dikosongkan sisinya digotong keluar. Widnu menggelar plastik sebagai pelindung karpet dari tetesan cat.

HUjan. Malam minggu hujan. faiz nekat pulang. Aku dan fembri tidur di AKY.

ah udah dulu ah kapan-akap disambung lagi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Kohor / Cohort di Moodle untuk Mempermudah Pengeloaan User

  Membuat Kohor / Cohort Klik Administrasi situs > Pengguna > Akun > Kohor > Tambah kohor baru Ketik nama kohor. Contoh “ kelas 9” Geser ke bawah dan klik tombol simpan perubahan Untuk menambahkan user ke dalam kohor, Klik ikon gambar orang-orang Pilih peserta dan klik tomboh tambahkan Klik tombol  Kembali ke Kohor  dan pastikan isi kohor sudah sesuai dengan jumlah peserta yang kita tambahkan

Aplikasi Rekam Layar dan Kamera Sekaligus

Awal bulan Juli 2024, saya tertarik untuk mengikuti sebuah tantangan di Instagram. Tantangannya adalah membacakan cerita anak selama 8 hari. Pembacaan cerita secara nyaring ini diminta untuk direkam dan diunggah di Instagram. Maka saya pun kembali utak-utek Instagram dan aplikasi-aplikasi perekam dan multimedia. Semula saya menggunakan laptop beserta webcam-nya. Pertama kami unduh buku ceritanya agar lebih lancar saat dibaca (tanpa loading). Setelah nyoba aplikasi perekam yang sudah terpasang di laptop akhirnya saya putuskan untuk menggunakan perekam video online. Saya menggunakan https://webcamera.io/id/ dan mengunduh hasilnya. Karena hasilnya masih berupa file .webm maka saya ubah menjadi file .mp4 dengan aplikasi VLC Media Player. Ohya laptop yang saya pakai bersistem operasi Ubuntu. Semula saya ingin mengedit video tersebut dengan aplikasi kdenlive yang sudah terpasang di mini pc. Maka saya kirim file video tersebut lewat Google Foto. Tapi saya tidak jadi mengedit dan langsung meng...

Cara Cepat Input Data di LibreOffice Calc

Memasukkan, mengetik, menginput atau mengentry data kadang terasa menjemukan dan melelahkan. Untuk meringankan beban pekerjaan input data, libreoffice Calc menyediakan beberapa tool atau alat. 1. AutoInput Tool Tool ini biasanya sudah aktif. Bila belum aktif, Anda dapat mengaktifkannya dengan klik menu Tools > pastikan AutoInput tercentang. AutoInput akan mengingat dan merekam data yang sudah pernah kita masukkan. AutoInput akan secara otomatis melengkapi huruf atau karakter yang kita ketik sesuai dengan data yang sudah ada pada sel lain dalam kolom yang sama. Misalnya kita pada saat memasukan data alamat, biasanya kita menemukan beberapa orang mempunyai alamat yang sama. Bila sudah ada data 'Jawa Barat' pada kolom alamat maka ketika kita mengetik huruf 'J', secara otomatis dilengkapi menjadi 'Jawa Barat'. Bila setuju, tekan enter atau F2 atau klik mouse. Bila ternyata kita ingin mengetik 'Jawa Tengah', ketik huruf 'J' kemudian t...