Belajar Menulis Tahun 1997 saya diterima sebagai mahasiswa fakultas Satra UGM. Alhamdulillah, sebagai mahasiswa sastra tentu saja saya ingin memiliki karya sastra juga bisa menulis seperti Cak Nun, Seno, Gus Mus, Pram, Nawal, Najib Mahfud, NH Dini dan lain-lain. Atau setidaknya mampu menulis seperti kakak angkatan saya, misalnya Cak Mumu (Em Ali) dan Mbak Nurul F Huda. Ternyata menulis itu tidak semudah yang saya bayangkan, apalagi kalau pas ngebet banget pingin dapat uang dari menulis. Bukannya bertambah semangat, justru kepala semakin pusing. Bisa jadi pusing akibat tendensi yang menggebu, pusing akibat masuk angin, ditambah pusing akibat bingung mencari ide ataupun tema tulisan. Saya rasa perjuangan yang saya lakukan itu tidak segigih dan seheboh teman-teman lain yang lebih sukses. Sampai saat ini, saya hanya punya beberapa tulisan terutama cerita anak yang berhasil "lolos" seleksi. Dan keberhasilan itu lebih karena faktor keberuntungan, sehingga saya meras...