Langsung ke konten utama

Postingan

Usaha Jalan MenujuMu

tu kan?! sudah minggu lagi. dan lagi-lagi aku belum menyusun kata untuk sebuah cerita. ah gak apa-apa syukur dan puji tuhan, aku masih hidup satu tugas selseai juga, ya hampir selesai. skripsi itu sekarang menunggu untuk diuji dan lalu mungkin revisi dan selesai sudah urusan sekolah tinggal ngurus berbagai syarat birokrasi kelulusan seperti surat bebas pinjam dari perpustakaan, foto, jilid skripsi, bayar biaya wisuda, legalisir, dan sebaginya dan sebagainya............ lalu mau apa? apakah aku sudah siap pulang? mau kerja apa? Di sini, di jogja ini ada beberapa pekerjaan yang belum selesai aku kerjakan dan itu ada uang yang bisa aku dapat. sementara di rumah aku mungkin paling bisa mengajar dan dapat gaji dari situ di samping aku harus tekun menulis untuk menambah penghasilan sebagai persiapan pernikahan dan memperbaiki rumah dan menyenangkan para keponakan kecil. Aku merasa banyak berhutang pada kakak dan paman-paman. dulu aku sering diberi uang dan dibantu. Sekarang saatnya unt...
Minggu 1 Agustus  2004 yuli dah pergi dan aku merasa belum memberinya apa-apa.  sayang kami tidak akan pernah bertemu lagi. Aku hanya ada satu kemungkinan untuk bertemu dengan kembarannya... aku harus menunggu setahun lagi. padahal bisa saja besok pagi aku mati. Kau tahu semakin banyak kendaraan yang melaju dengan cepat di jalan. setiap kali menyebrang jalan maka aku harus bersiap untuk masuk ke duani kematuian. Kau juga tahu semakin banyak pisau yang diasah untuk melukai dan membunuh orang lain dengan berbagai tujuan....kau lihat tubuhku.... kurus, trinkih... sebuah sasaran yang mudah ditaklukan hanya dengan pelototan mata yang menyeramkan... bisa saja saat aku menyapamu tiba-tiba ada peluru nyasar yang bisa membunuhku seketika... yang pasti aku tidak bisa melawan serangan-serangan kematian itu. Dari pada aku ketakutan dan tidak berani kemanan-mana maka mau ngagka mau aku harus membunuh rasa takut itu... sembunyi se aman apapun tidak akan memberikan ja...
Sudah beberapa kali aku abvsen mandi lagi. dan udah berhari-hari tidak sampoan. pingin gundul aja tapi.... pingin dirasta dulu.... masak belum pernah ngerasain rambut dirasta kaya apa ya... wah pasti heboh dan mngkin dianggap sok aneh... kuat berapa hari ya... kayak gitu... tapi aman nggak ya ketika ujian pendadaran...? wah biar aman aksinya setelah ujian aja kali ya.... ha ha ha . pengecut ya... tidak jantan.
aku merasa tempat ini berbahaya di sini ada banyak fasilitas. komputer, printer, internet, kipas angin, ada juga perpustakaan, warung makan tidak jauh, tv cabel, kamar mandi, tempat tidur, tapi... apa yang telah kulakukan? Apakah aku sudah memanfaatkan fasilitas itu semaksimala mungkin dan bukan hanya untuk kepentingan pribadiku? Ataukah aku hanya terlena dengan semua fasilitias ini. Tidur, ngenet, makan, tidur, ngobrol, ngrokok, nonton tv, dan serinkali saling maki walau tanpa benci.......sampai kapan hidup seperti ini / Mau seperti ini sampai mati ? semoga tidak. apa bukan kufur nikmat namanya kalau tidak bisa memanfatkan yang ada ? bahkan malahmasih menuntut ini dan itu masih berandai-andai... seandainya ruangan ini ber AC seandainya ada banyak cewek di sini
ada banyak nama yang kukenal... ya wajah wajah baru yang kutemui dalam suatu ruang suatu forum. Aku harus menjaga hubungan ini. aku nggak mau kehilangan teman. aduh..... kenapa sulit sekali komunikasi dengan teman baru secara langsung..... dan ternyata ada beberapa nama beberapa kawan yang sudah lama tidak kutemui, sudah lama tidak kusapa.... aduh... pakah mereka akan menghilang dari ingatanku ?? jangan dong
TUAN MODAL itu berkata Hari ini aku mesti buka usaha baru. Aku nggak mau rugi. Aku nggak mau modalku hanya berhenti di deposito. Ah bunga deposito itu tidak seberapa. Ya aku mesti segera buka usaha bar. Ini bukan karena usaha-usaha lamaku merugi. Tidak, sama sekali tidak. dagang berasku semakin lancar. Akulah satu-satunya pemasok beras di desa ini. Aku jugalah yang menentukan harganya. Aku sudah nego pada pak lurah agar bikin laporan ke kabupaten bahwa desa ini bukan desa miskin. desa ini tidak butuh bantuan RASKIN. Ya RASKIN tidak boleh masuk. Lalu bagaiman nasib penduduk yang miskin. Ah mereka miskin kan karena tidak punya kerja. Akulah yang akan menolong mereka. Aku akan ciptakan lowongan kerja buat mereka. Untuk itu Pak lurah harus ikut membantu. ini kan demi kebaikan desa ini, ya nggak ?! ha ha ha. Aku butuh tanah untuk mendirikan toko modern. Posisi yang paling strategis adalah di tengah-tengah desa. Ah ternyata lurah itu bodoh sekali tidak bisa membebaskan tanah itu buatku. OK ...