8/08/2015

Surga Bukan Tempatnya Orang Egois

Surga Bukan Tempatnya Orang Egois

Oleh Jamil Azzaini

Sebagai manusia biasa, saya pernah merasa “suci” dan merasa pasti menjadi ahli surga. Sebab ketika itu, saya selalu sholat wajib tepat waktu dan hampir selalu berjamaah, rajin puasa, rajin membaca Al Qur’an meski terbata, rajin shalat malam, rajin melakukan amalan-amalan sunah dan merasa tak pernah berbuat maksiat.

Perasaan itu terus terbawa hingga suatu hari guru ngaji saya bercerita bahwa ada ahli ibadah yang dimasukkan ke neraka. Sebagian diantara mereka ada yang dientaskan dari neraka setelah menjalani penyiksaan untuk kemudian dipindahkan ke surga, dan ternyata di wajah mereka yang dipindahkan itu ada bekas sujud. Jleb, seketika itu perasaan merasa “suci” dan merasa ahli surga pergi dan saya tak ingin perasaan itu kembali.

Menjadi ahli ibadah memang penting tetapi ternyata itu saja tidak cukup. Kita masih perlu menyebarluaskan kebaikan dan mencegah kemungkaran, menjaga mulut dan tindakan serta menjadi ahli manfaat. Guru ngaji saya menambahkan, “Surga bukan tempatnya orang egois. Apabila kalian hanya rajin ibadah ritual saja itu termasuk manusia egois.”

Ternyata untuk menggapai nikmatnya surga tidak bisa hanya dengan cara memuaskan dahaga spiritual yang dampaknya hanya untuk pribadi. Kita juga harus “berkeringat” menebar kebaikan dan sebisa mungkin mencegah atau mempersempit ruang gerak keburukan. Keberadaan kita dirasakan juga oleh orang-orang di sekitar kita. Jangan menjadi manusia yang “adanya seperti tidak ada”.

Surga ditempati oleh orang-orang yang mendapat rahmat, kasih sayang, cinta dan ridho dari Allah swt. Dan kita bisa mendapatkan itu apabila kemanapun dan dimanapun kita selalu mengingat-Nya. Asma Allah kita ingat dan bawa di setiap tarikan dan hembusan nafas. Saat bekerja dan berbisnis, Dia pun kita bawa serta. Dia kita ingat bukan hanya saat kita ibadah. Dia kita ingat setiap saat, setiap langkah.

“Ya Allah, saya berharap mendapat rahmat-Mu, kasih sayang-Mu, cinta-Mu, ridho-Mu. Setiap ide yang tercetus, setiap kata yang terucap, setiap tindakan yang terlaksana jadikan itu penambah cinta-Mu kepadaku. Sungguh, hidupku sia-sia bila tiada kudapat ridho-Mu. Bimbinglah aku agar tidak menjadi hamba-Mu yang egois…”

Salam SuksesMulia!

*Sumber: http://jamilazzaini.com/surga-bukan-tempatnya-orang-egois/

Post a Comment

Yang Sering Dibaca