8/06/2015

Curhat Putri Gus Mus

STATUS YG DITULIS PUTRI GUS MUS (Kautsar
Musthofa Uzmut)
Sedih
sungguh
sedih
mendengar suara dan membaca transkrip
pidato abah yang memohon-mohon maaf di
Jombang.
Sebetulnya, sejak menonton beliau
menyampaikan khotbah iftitah di tv, saya
sudah berderaian airmata.
Rasa kagum dan bangga yang sempat muncul,
tiba-tiba berganti dengan perasaan nelangsa
yang teramat sangat.
Betapa berat amanah yang beliau emban.
Betapa capek jiwa raga beliau memikirkan
sekian juta umat, betapa keras beliau
memperjuangkan apa yang menjadi harapan
para pendiri NU, tapi apa yang beliau
dapatkan?
Saya saksikan betapa gusarnya beliau ketika
terpaksa menggantikan posisi almarhum KH.
Sahal sebagai rais am. Saya tahu betapa
marah dan terpukulnya beliau ketika para
pengurus besar NU yang di awal beliau
memangku jabatan mengaku akan tunduk
ternyata mengabaikan dawuh-dawuh beliau.
Saya lihat, beliau berhari-hari mengelus dada
setiap kali mendapat laporan tentang umat
yang dipimpinnya. Bahkan saya ingat beliau
ingin mengundurkan diri saat para pengurus
NU di bawah pimpinannya bukan membantu
beliau mengayomi umat tapi justru sibuk
menjadi tim sukses calon presiden yang
berbeda. Belum lagi hujatan dan fitnahan
tentang beliau oleh orang-orang yang
mengaku warga NU di media sosial. Kejam
luar biasa.
Siapapun yang kebetulan membaca status
saya ini, coba bayangkanlah.
Seandainya Anda mempunyai orang tua yang
sudah sepuh, yang Anda sangat cintai dan
hormati, tapi Anda belum mampu
membahagiakannya, dan melihat dengan
mata kepala sendiri, orang tua Anda hampir
setiap harinya memikirkan orang lain,
berjuang keras untuk orang lain, bahkan
sampai tak mempunyai waktu memikirkan
diri sendiri, setiap saat berusaha menebar
kebaikan namun terus menerus diprasangkai,
tegakah Anda membiarkannya?
Tidakkah Anda ingin orang tua Anda
beristirahat dan berbahagia saja?
Saya benar-benar tak tega. Kalau boleh
meminta, Cukuplah beliau menjadi abah,
mbahkung dan pengasuh pondok saja. Tidak
dibebani dengan masalah ormas dan
persoalan umat yang semakin tak karuan ini.
Kasihanilah orangtua saya...
Bagi Anda yang berteman dengan saya dan
masih terus menulis status dan membagi
postingan tentang tuduhan dan fitnahan pada
abah saya, seolah Anda benar-benar tahu
bagaimana abah sampai ke hatinya, semoga
Allah mengampuni Anda.

Post a Comment

Yang Sering Dibaca