8/01/2011

PEMANFAATAN MS. EXCEL SEBAGAI APLIKASI PENGOLAHAN RAPORT SECARA DIGITAL UNTUK MEREDUKSI DAMPAK NEGATIF PERUBAHAN KURIKULUM

PEMANFAATAN MS. EXCEL SEBAGAI APLIKASI PENGOLAHAN RAPORT SECARA DIGITAL
UNTUK MEREDUKSI DAMPAK NEGATIF PERUBAHAN KURIKULUM
Disusun oleh: Faiq Aminuddin, S.S.


Abstrak
Kurikulum yang sering kali berubah-ubah berpengaruh pada perubahan format buku raport. Hal ini berakibat juga pada pembengkakan anggaran sekolah dan ketidakefektifan buku raport karena daftar-daftar nilai siswa tidak terkumpul dalam satu buku raport, melainkan dalam beberapa buku raport dengan format yang berbeda-beda sesuai kurikulum yang sedang berlaku. Tulisan ini merupakan dekripsi tentang langkah-langkah pemanfaatan program Ms. Excel sebagai aplikasi untuk mengolah buku raport secara digital sehingga dapat mengurai dampak negatif dari perubahan kurikulum yang juga berpengaruh pada perubahan format buku raport. Langkah-langkah pemanfatan Ms. Excel untuk mengolah buku raport secara digital meliputi; desain dan pengisian tabel leger nilai per kelas, desain tabel nilai persiswa sesuai dengan format raport yang sedang berlaku, membuat link antara daftar nilai per siswa dengan tabel leger nilai per kelas. Keuntungan dari pengolahan raport secara digital antara lain membutuhkan biaya dan waktu pengerjaan yang lebih singkat dibanding dengan pengolahan buku raport secara manual. Adapun kekurangannya adalah harus dikelola oleh orang yang dapat mengoperasikan program Ms. Excel.


Kata kunci: Raport, Ms. Excel

A. Pendahuluan
Salah satu unsur dari pendidikan adalah sistem evaluasi atau penilaian hasil belajar. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Tahun 2007 tentang standar penilaian, diuraikan bahwa Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.
Penilaian hasil belajar peserta didik dilaksanakan berdasarkan standar penilaian pendidikan yang berlaku secara nasional. Penilaian hasil belajar peserta didik harus menerapkan prinsip-prinsip; validitas, reliabilitas, menyeluruh, berkesinambungan, obyektif, dan mendidik.
Menurut Indriati Sukorini, S.Pd., perubahan kurikulum yang terjadi pada tahun 1975, 1984, 1994 hanya mementingkan pada materi kurikulum . Sejak tahun 2004 hingga tahun 2008 telah terjadi dua kali perubahan kurikulum; pada tahun 2004 mulai diberlakukan kulikulum baru yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), pada tahun 2006 kurikulum KBK diganti dengan kurikulum baru yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Perubahan kurikulum yang sering terjadi, secara tidak langsung, berdampak pada kurang efektifnya beberapa prinsip penilaian pendidikan, misalnya prinsip kesinambungan.
Prinsip kesinambungan berarti penilaian dilakukan secara terencana, bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran pencapaian kompetensi peserta dalam kurun waktu tertentu. Penerapan prinsip kesinambungan, secara teknis menuntut adanya buku kumpulan nilai siswa yang berisi daftar nilai siswa per semester.
Prinsip kesinambungan akan tercapai dengan lebih baik apabila daftar nilai siswa per semester terkumpul dalam sebuah dokumen seperti buku raport. Sebaliknya, bila daftar nilai siswa per semester terpisah-pisah dalam beberapa buku raport yang berbeda-beda format, maka ini akan prinsip kesinambungan dari sistem penilaian menjadi kurang efektif.
Perubahan kurikum berpengaruh juga pada perubahan sistem penilaian. Sistem penilaian tunggal (satu nilai untuk satu mata pelajaran) diubah menjadi berbagai aspek penilaian sesuai dengan karakteristik KBK (kurikulum berbasis kompetensi). Perubahan sistem penilaian ini diubah lagi menjadi satu aspek penilaian untuk satu mata pelajaran sesuai dengan karakter Standar Isi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Perubahan sistem penilaian pada akhirnya memaksa pihak sekolah untuk mengubah buku raport, yaitu perubahan format dan kolom-kolom nilai mata pelajaran.
Buku raport, selama ini berbentuk buku yang berisi kolom-kolom kosong yang siap diisi dengan nilai-nilai yang diperoleh siswa setiap akhir semester. Bentuk buku raport cetakan yang diisi secara manual ini
Tulisan ini akan menguraikan langkah-langkah teknis pemanfaatan program Ms. Excel sebagai program aplikasi untuk mengolah buku raport secara digital.

B. Pembahasan
Pemanfaatan program Ms. Excel sebagai aplikasi untuk mengolah buku raport dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut;

B.1. Tahap Persiapan
Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan membuat Tabel Leger Nilai, Tabel buku Raport dengan menggunakan Ms. Excel seperti gambar 1 dan gambar 2. Tabel buku leger merupakan tabel yang berisi daftar identitas dan nilai siswa dalam satu kelas per semester. Adapun Tabel buku raport berupa daftar nilai setiap siswa per semester.

Gambar 1. Tabel leger

Gambar 2. Tabel buku raport
Pengaturan tata letak tabel buku raport disesuaikan dengan bentuk buku raport. Misalnya, bila buku raport akan dicetak dengan kertas HVS ukuran A4, maka tabel buku nilai dilayout sedemkian rupa sehingga dapat termuat dalam satu halaman A4 dan dijilid menggunakan bisnis file
Langkah kedua adalah membuat link antar tabel. Tabel buku raport memiliki link dengan tabel leger. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan formula yang berupa acuan. Acuan ini mengidentifikasi sebuah sel atau kumpulan sel dari sebuah lembaran kerja dan mengatakan operator di mana mencari nilai-nilai atau data yang digunakan dalam rumus.
Langkah ketiga adalah memasukkan formula-formula Ms. Excel untuk menghitung dan menentukan rata-rata, jumlah, peringkat, keputusan naik/tidak naik, dan komponen-komponen lain yang dibutuhkan.
Pemanfaatan formula dan acuan pada langkah kedua dan ketiga ini merupakan bagian inti dari pengolahan buku raport secara digital dengan Ms. Excel.

B.2. Tahap Pengolahan nilai
Pengolahan nilai dilakukan secara digital dengan langkah-langkah sebagai berikut;
Langkah pertama adalah input data dengan cara mengisi kolom-kolom dalam tabel leger nilai, yaitu memasukkan identitas dan nilai siswa, identitas sekolah.
Langkah kedua adalah menggandakan file atau sheet yang berisi tabel Buku raport sejumlah siswa dan mengubah formula-formulanya yaitu dengan menyesuaikan acuan yang dipakai. Misalnya file raport 01 mengacu pada identitas dan nilai siswa yang terdapat pada sebuah row, misalnya mulai sel A1 sampai Z1.



B.3. Tahap Pencetakan dan Penjilidan
Sebelum proses dengan printer, tabel buku raport persiswa perlu diteliti dan dicocokkan dengan cetakan tabel leger. Selanjutnya tabel siswa persiswa dicetak satu per satu. Lembar cetakan disatukan dengan lembar sampul buku raport, lembar identitas, dan tabel nilai semester/tahun sebelumnya dalam satu bisnise file.

Keuntungan pengolahan buku raport dengan Ms. Excel
Salah satu keuntungan utama dari Pengolahan buku raport dengan Ms. Excel adalah mengurangi dampak negatif dari perubahan kurikulum dalam bidang kefektifan sistem penilaian hasil belajar siswa.

C. Kesimpulan
Berdasarkan uraian dan pembahasan di atas dapat disimpulkan;
1. perubahan kurikulum telah berdampak negatif terhadap keefektifan sistem penilaian hasil belajar siswa
2. Dampak negatif tersebut dapat direduksi dengan memanfaatkan Ms. Excel sebagai aplikasi pengolah buku raport
3. Pengolahan buku raport dengan Ms. Excel memanfaatkan formula dan acuan yang saling terhubung antara tabel leger nilai dan tabel buku siswa.

D. Daftar rujukan
Sukorini, Indriati S.Pd., 2009,Dampak Perubahan Kurikulum Pendidikan Terhadap Mutu Pendidikan Di Indonesia, (diakses tanggal ‎20 ‎Agustus ‎2010, pukul ‏‎22:59:11)
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Tahun 2007 tentang Standar Penilaian
Pandia, Henry 2007, Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk SMP Kelas VIII, Jakarta:Erlangga
Post a Comment